Wednesday, November 16, 2022

MIMPI BESAR ANTONY BUKAN DI MAN. UNITED ATAU BRASIL

"Mimpi saya cuma satu, yakni membawa orang tua saya keluar dari Favela. Tak ada rencana lain. Saya akan mewujudkannya atau mati karena mengusahakannya."

Ucapan Antony Matheus dos Santos, pria berusia 22 tahun yang kini membela Brasil di Piala Dunia 2022 tak sama dengan mimpi banyak pemain sepak bola di dunia.

Hal itu disadari betul oleh Antony. Tak muncul ucapan: "juara Piala Dunia" atau "juara Copa America," begitu pula "juara Liga Champions"... dan berbagai gelar juara lainnya. 

Pertanyaan "Apa mimpi terbesar sebagai pemain sepak bola" dijawab Antony dengan melibatkan keluarga, orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan dirinya di kawasan Favela, daerah miskin dan disebut pusat kriminalitas Rio de Janeiro.

Tak ada impian lain bagi Antony selain memboyong keluarga keluar dari Favela dan memberi kehidupan yang layak lewat penghasilannya sebagai pemain sepak bola.

Terdaftar sebagai pemain Manchester United, Antony disebut memperoleh gaji mingguan sebesar 200 ribu pound alias 3,7 miliar rupiah. Gaji per tahun mencapai 10,4 juta atau mencapai 193,8 miliar rupiah.

Cinta dan impian telah membawa Antony mengoptimalkan talenta dalam bermain sepak bola. Bayangkan bila Antony membatasi impiannya hanya sebatas lamunan dan angan sambil kongkow-kongkow bersama anak-anak seusianya di Favela. Tak mungkin ia menjadi bagian tim Brasil meraih medali emas sepak bola Olimpiade 2020 yang digelar Jepang pada Juli-Agustus 2021.

Sempat mengalami kesulitan ketika berlatih sepak bola serius bersama akademi Sao Paulo pada usia 10 tahun, mimpi Antony untuk membahagiakan orang tuanya mengatasi segala penat dan letih, serta keraguan pelatih akademi terhadap bakatnya mengolah si kulit bundar.  @Weshley Hutagalung


KAPAK PERANG CRISTIANO RONALDO

Kejujuran dan keterusterangan itu kadang malah bisa membuat kita rentan. Apalagi bila momentum dan tujuannya berbenturan dengan pihak lain atau kepentingan yang lebih besar.

Apa yang dilakukan Cristiano Ronaldo dengan blak-blakan membuka "kotoran" di dapur Manchester United tentu bukan ketidaksengajaan.

Ronaldo paham, ucapannya adalah jalan bagi dirinya menjadi sorotan publik. Keterusterangan Ronaldo membuatnya rentan menjadi sasaran tembak. Gagal membangun strategi bertahan, Ronaldo menjadi musuh besar Setan Merah.

Klub Inggris mana yang mau menampung Ronaldo Januari nanti dan kemudian menjadi sasaran kebencian fans Man. United? Arsenal... Chelsea... Liverpool? 

Ronaldo memasuki Piala Dunia 2022 dengan membawa banyak senjata mengarah ke kepalanya. Permainan buruk di Qatar 2022 seolah hanya mempertegas kenapa Erik ten Hag tak lagi mengandalkan dirinya.

Kejujuran Ronaldo bahwa ia merasa tidak dihargai pelatih sendiri... merasa dikhianati manajemen klub yang memanggilnya pulang, hingga menyebut tak ada perubahan berarti di Man. United sejak ditinggal Sir Alex Ferguson seperti menggali kapak perang.

Klub mana yang mau rahasia dapur diumbar ke publik oleh pegawai yang dibayar mahal dan diharapkan menjadi magnet bagi kehadiran prestasi dan kucuran finansial? 

Mulut sudah dibuka, kumpulan kata pedas dan menyakitkan telah dilontarkan. Lalu, adakah "rumah" bagi Cristiano Ronaldo di Kota Manchester usai Piala Dunia 2022?  @Weshley Hutagalung